Launching Gerakan GERMAS di Lingkungan Kelurahan Wonosari sebagai kegiatan Pengabdian Masyarakat Dosen dan Mahasiswa

Perubahan pola hidup masyarakat Indonesia yang mengadopsi gaya hidup modern negara maju membawa dampak kesehatan bagi penduduknya. Pergeseran pola penyakit dari penyakit menular menjadi penyakit tidak menular seperti penyakit hipertensi, diabetes mellitus, kanker, penyakit jantung dan lainnya menjadi alasan individu untuk memulai pola hidup yang sehat. Berdasarkan hal tersebut, Kementrian Kesehatan Republik Indonesia mencanangkan GERMAS atau Gerakan Masyarakat Hidup Sehat .GERMAS adalah sebuah gerakan yang bertujuan untuk memasyarakatkan budaya hidup sehat serta meninggalkan kebiasaan dan perilaku masyarakat yang kurang sehat. Adapun bentuk kegiatan GERMAS adalah sebagai berikut :

  1. Melakukan aktivitas fisik minimal 30 mnit sehari
  2. Mengkonsumsi buah dan sayur
  3. Tidak merokok
  4. Tidak mengkonsumsi alkohol
  5. Memeriksakan kesehatan secada rutin
  6. Membersihkan lingkungan
  7. Menggunakan jamban

Dalam rangka mendukung Gerakan GERMAS yang dicanangkan secara nasional tersebut, maka dosen Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Semarang , diantaranya adalah dr. Yanuarita Tursinawati,MSi,Med , dr.Nina Anggraeni, MKes, dr. Dyah Mustika ,M.Biomed, dr.Tri Kartika , Sp.A dan dr.Rochman Basuki, MSc bekerjasama dengan 10 mahasiswa Praktek Belajar Lapangan (PBL) Blok 21 menyelenggarakan kegiatan GERMAS Bersama warga Kelurahan Wonosari. Kegiatan Pengabdian masyarakat ini merupakan bagian dari serangkaian kegiatan PBL mahasiswa Blok 21 selama di masyarakat Kelurahan Wonosari. Kegiatan diawali dengan survey Mawas Diri masyarakat RW 12 wilayahan Kelurahan tersebut sejak tanggal 3 Februari 2020. Dengan berbekal kuesioner GERMAS, didapatkan permasalahan warga adalah rendahnya aktifitas fisik di kalangan warga. Berdasarkan hasil musyawarah warga yang dilaksanakan pada hari Minggu, 9 Februari 2020 diperoleh kesepakatan antara warga dan mahasiswa PBL yang didampingi Dosen Pembimbing Lapangan bahwa kegiatan intervensi PBL berupa senam pagi, cek kesehatan dan penyuluhan terkait GERMAS.

            Kegiatan pengabmas sebagai intervensi PBL mahasiswa tersebut dilaksanakan pada hari Minggu, 17 Februari 2020 pukul 06.30 bertempat di lapangan Posbindu RW 12 dengan dihadiri Lurah Wonosari, Ketua RW 12, Ketua RT , tokoh agama setempat dan warga di wilayah RW 12. Kegiatan ini sekaligus sebagai momentum Launching kegiatan GERMAS warga RW 12 dimana disepakati bersama pelaksanaan senam sehat dan cek kesehatan berkala setiap minggu ke 3 di setiap bulannya. Pada kesempatan tersebut juga disepakati adanya komitmen masyarakat untuk melaksanakan kegiatan GERMAS melalui penggalakan kembali kegiatan di Pos Pembinaan Terpadu (Posbindu) dan penyerahan kartu kegiatan GERMAS sebagai penanda keikutsertaan warga pada Posbindu. Pengabmas diawali dengan kegiatan senam aerobik bersama yang diikuti oleh warga, dosen dan mahasiswa FK Unimus dengan dipandu oleh instruktur senam.  Melalui kegiatan senam ini diharapkan warga bersedia bekomitmen untuk melakukan aktifitas fisik. Kehidupan masyarakat modern saat ini dan adanya bantuan teknologi serta minimnya waktu karena banyaknya kesibukan telah menjadikan banyak orang menjalani gaya hidup yang kurang sehat dan bersifat sedenter. Melalui kegiatan senam ini diharapkan warga RW 12 Kelurahan Wonosari dapat rajin berolahraga nantinya. Kemudian, kegiatan dilanjutkan dengan cek kesehatan yang meliputi pemeriksaan tekanan darah, gula darah, asam urat dan kolesterol yang bekerjasama dengan Puskesmas Tambakaji selaku Puskesmas yang menaungi wilayah Kelurahan Wonosari. Cek kesehatan berkala merupakan salah satu Gerakan masyarakat hidup sehat yang mendorong individu untuk mengelola kesehatannya sendiri. Dengan melakukan cek kesehatan secara rutin dan tidak hanya datang ke rumah sakit atau puskesmas ketika sakit saja dapat memudahkan mendeteksi penyakit atau masalah kesehatan lebih dini.

Kegiatan ditutup dengan penyuluhan tentang bahaya merokok dan tentang gizi kesehatan. Penyuluhan diawali dengan pemaparan materi tentang bahaya merokok. Merokok merupakan kebiasaan yang banyak memberi dampak buruk bagi kesehatan. Berhenti merokok menjadi bagian penting dari gerakan hidup sehat dan akan berdampak tidak pada diri perokok, tetapi juga bagi orang – orang di sekitarnya. Selanjutnya, penyuluhan tentang gizi kesehatan yang mencakup pentingnya Gerakan makan buah dan sayur serta kesehatan bayi dan balita oleh dr.Tri Kartika,Sp.A. Dalam paparannya,dr.Tika menyampaikan pentingnya pemenuhan gizi seimbang pada balita di masa emas 1000 harinya. Pemenuhan gizi seimbang akan membawa dampak kesehatan berupa pertumbuhan dan perkembangan yang optimal bagi balita. Kesempatan ini juga digunakan untuk mengkampanyekan makan buah dan sayur kepada warga RW 12. Antusias warga pada penyuluhan ini terlihat dari banyaknya warga yang berpartisipasi dan mengajukan pertanyaan. Warga semakin paham akan pentingnya menerapkan Gerakan hidup sehat.