Mahasiswi FK Dilantik Jadi Presiden Mahasiswa Unimus

Mahaasiswi semester V S1 Kedokteran Indira Aura Balqis terpilih sebagai Presden Mahasiswa perempuan pertama di Unimus. Ia dilantik bersama 18 pengurus Organisasi Mahasiswa (Ormawa) oleh Rektor Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) Prof. Dr. Masrukhi MPd didampingi Wakil Rektor (WR) III Dr. Samsudi Raharjo MT, WR I Dr. Budi Santosa, MSi.Med dan WR II Dr. Hardiwinoto, MSi pada pelantikan kepengurusan organisasi mahasiswaan (ormawa) periode 2019-2020 di kampus Unimus, Senin sore (31/12/2019).

Kepengurusan ormawa dipimpin Presiden Mahasiswa Indira Aura Balqis, Wakil Presiden Mahasiswa Endah Wahyuningrum, Ketua Senat Mahasiswa Agung Setiawan dan Wakil Ketua Rahma Ayu. Juga dilakukan pelantikan sejumlah Ketua Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang ada di Unimus.

Rektor Unimus Prof Dr Masrukhi MPd menyatakan saat ini ada sekitar 8,1 juta mahasiswa seluruh Indonesia. Mereka terbagi dalam 3 kelompok besar, 5 % mahasiswa aktivis, 5 % mahasiswa kelompok studi oriented (hanya studi saja) dan 90 % lainnya floating students. Floating student merupakan kelompok yang bukan aktivis, hanya datang ke kampus kuliah pulang kuliah pulang . Sedangkan kelompok aktivis punya idealisme dan intelektualisme yang biasanya bagus.

Rektor Unimus juga menyampaikan bahwa sebagai seorang mahasiswa yang yang selain dibebani oleh jadwal perkuliahan, tapi juga aktif di organisasi harus bisa mengatur waktu dengan cerdas dan imbang antara kegiatan organisasi dengan perkuliahannya. “Sebagai mahasiswa yang aktif dalam organisasi harus bisa bersikap kritis ,mampu menciptakan inovatif, kreatifitias, intelektual, idealisme bisa mengembangkan bakat, kepemimpinan, softskill serta ketrampilan-ketrampilan melalui organisasi yang dinaungi, namun tetap aktif dalam perkuliahan sehingga kedepannya bisa lulus tetap waktu” pesan Rektor. Lebih lanjut menjurut Prof Dr Masrukhi MPd kepengurusan ormawa Unimus kali ini diwarnai dengan banyaknya pengurus perempuan bahkan presiden mahasiswa, wakilnya, dan wakil ketua Sema serta beberapa ketua UKM juga perempuan. Untuk kali pertama dalam sejarah Unimus, presiden mahasiswa kali ini dijabat perempuan.

Shina Raih 3 Prestasi FGD Internasional

Yogyakarta | (30/11/2019) Shina Samanda Alam mahasiswa semester 3 S1 Kedokteran berhasil meraih prestasi membanggakan dalam kegiatan International Event UAD. Kegiatan diikuti tanggal 27-30 November 2019 diselenggarakan di Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta diikuti oleh 160 peserta dari Indonesia, Malaysia, Tiongkok, Hungaria, Bangladesh, Madagastar, Thailand dan Pakistan. Tanggal 29 November 2019 peserta International Seminar mengenal crosa culture dimana kesempatan mahasiswa belajar dari beberapa negara.

Ahamdulillah, Shina Samanda Alammenorehkan prestasi membanggakan pada kegiatan Intenational Campdi Yogyakarta tersebut. Shina berhasil meraih tiga prestasi yaitu Best Leader International Focus Group Discussion, Best Media Influencer International Focus Group Discussion, dan Best Group Discussion International Focus Group Discussion 2019. Kegiatan international FGD tersebut diikuti peserta dari 13 negara: Indonesia, China, Thailand, Vietnam, Bangladesh, Laos, Madagascar, Palestine, Belgia, Hungaria, Malaysia, Yaman dan Timor Leste. Barakallah, selamat atas prestasinya.

Reportase UPT Kehumasan dan Keprorokoleran

Shina Juarai International Singing Competition

Yogyakarta Ι (30/11/2019) Alhamdulillah, prestasi membanggakan tingkat internasional kembali ditorehkan oleh Shina Samanda Alam, mahasiswa Fakultas Kedokteran Unimus dalam ajang event dan kompetisi Intenasional yang digelar oleh Universitas Ahmad Dahlan di Yogyakarta 28-30 November 2019. Mahasiswa FK Unimus berasil menorehkan prestasi membanggakan dalam International Singing Competition 2019 yang diikuti oleh peserta dari 13 negara yaitu Indonesia, China, Thailand, Vietnam, Bangladesh, Laos, Madagascar, Palestine Belgia, Hungaria, Malaysia, Yaman,Timor Leste.

Pada event International Singing Competition 2019 mahasiswa semester 3 S1 Kedokteran Shina Samanda Alam berhasil meraih juara dua (2nd winner) melalui lagu  berjudul “Hallo”. Shina yang merupakan anggota Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Paduan Suara Mahasiswa (PSM) Unimus membanggakan institusi dalam kompetisi internasional yang diikuti peserta dari 12 negara tersebut. Sebelumnya pada bulan Agustus 2019, Shina beserta tim PSM Unimus juga berhasil meraih medali emas dan perak pada Bali International Choir Festival (BICF) dan berhasil membanggakan Indonesia.

Reportase UPT Humas dan Protokoler

Sumpah Dokter ke-21 Unimus Angkat Sumpah Empat Belas Dokter Baru

Kedungmundu Ι Fakultas Kedokteran  Universitas Muhammadiyah Semarang (FK Unimus) menggelar acara Pelantikan dan Sumpah Dokter ke-21 pada Sabtu (02/11/2019). Sumpah Dokter kali ini meluluskan empat belas dokter baru yang telah sukses melewati seluruh fase Pendidikan kedokteran di Unimus.  Dekan FK Unimus Prof. Dr. dr. H. Rifki Muslim, SpB, SpU (K) mengambil sumpah empat belas dokter baru di Aula lantai 7 Gedung FK di Kampus Terpadu Unimus. Dengan dilantiknya 14 dokter baru, FK Unimus telah meluluskan 279 dokter yang telah tersebar mengabdikan diri di berbagai wilayah di Indonesia.

Empat belas dokter baru yang dilantik yaitu: dr. Ahmad Azizan Hakim, dr. Arninda Fergian Saputri, dr. Arrafli Bagas Augatha, dr. Btari Tisa Anindya Kirana Prabowo, dr. Dewinta Summadhanty, dr. Ifta Iftati Sa’diyah, dr. Muhammad Rizky Irza, dr. Nony Triyana Macelia, dr. Risfal Laksana Amanullah, dr. Retno Suciana, dr. Rr. Dewi Susilojati, dr. Shintya Nanda Nur’aini, dr. Vrilia Diar Oktaviani dan dr. Yunita Sari Nugraheni. Empat belas dokter baru Unimus telah lulus Uji Kompetensi Program Profesi Dokter (UKMPPD) baik Computer Based Test (CBT) maupun Objective Structured Clinical Examination (OSCE).

“Sumpah dokter sebagai salah satu upaya agar dokter melakukan pekerjaan secara profesional serta masyarakat terlindungi. Setelah di ambil sumpah, nantinya dokter baru lulusan FK Unimus akan mendarmabaktikan dirinya kepada bangsa, negara, masyarakat dan keluarga sebagai dokter yang Islami.” ungkap Prof. Rifki.   Dekan berharap para dokter baru membawa nama baik almamater FK Unimus, bisa sukses di masyarakat dan selalu update ilmu khususnya di bidang medis. “WHO mensyaratkan 5 kriteria dokter yang baik (five star doctor) yaitu mampu memberi layanan yang baik, mampu menjadi pengambil keputusan yang baik, mampu berkomunikasi, mampu memimpin dengan baik, dan mampu menjadi manager yang baik. Unimus menambah 2 kriteria lagi  dalam “seven star good moslem doctor” yaitu dokter yang pandai melakukan penelitian dan dokter yang beriman dan bertakwa” ujar Dekan FK Unimus.

Program Pendidikan Dokter FK Unimus yang berusia satu dasa warsa telah terakreditasi B oleh Lembaga Akreditasi Mandiri Perguruan Tinggi Kesehatan (LAM PT-Kes) untuk Sarjana Kedokteran Unimus dan Profesi Dokter.  Pencapaian terkini yang di raih oleh FK Unimus adalah menempati peringkat ke-3 presentase kelulusan first taker Uji Kompetensi OSCE dari 72 FK di Indonesia. Selamat dan sukses bagi para dokter baru atas kelulusan yang telah diraih, selamat bagi para orang tua dan dosen pendidik yang telah berhasil menghantarkan dan mencetak lulusan dokter baru, sebagai kontribusi untuk kemajuan kesehatan Bangsa Indonesia.Reportase UPT Humas dan Protokoler

FK Unimus Gelar Simposium Nasional “Menuju Eliminasi Filariasis Tahun 2020”

Semarang | Kesehatan merupakan salah satu modal utama dalam kehidupan manusia. Beberapa penyakit dapat menurunkan produktifitas serta memberikan lebih banyak beban untuk keadaaan sosial maupun ekonomi bagi penderita sehari-hari, yakni salah satunya adalah filariasis. Filariasis atau yang lebih sering disebut dengajn penyakit kaki gajah termasuk penyakit tular vector dimana penyakit ini merupakan penyakit menular menahun yang disebabkan oleh cacing filaria yang menyerang saluran dan kelenjar getah bening. World Health Organization (WHO) pada bulan Oktober tahun 2018 lalu menyatakan bahwa saat ini di dunia terdapat 865 juta penduduk di 52 negara di seluruh dunia yang beresiko tertular penyakit filariasis.

Di Indonesia, prevalensi mikrofilaria terus mengalami penurunan. WHO sendiri telah menetapkan kesepakatan global (The Global Goal of Elimination of Lymphatic Filariasis as a Public Health Problem by The Year 2020) sebagai upaya untuk mengeliminasi penyakit kaki gajah pada tahun 2020. Selaras dengan itu, pemerintah Republik Indonesia telah bertekad untuk mewujudkan Indonesia Bebas Kaki Gajah pada tahun 2020. Dilatarbelakangi permasalahan tersebut, Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) menggelar acara Simposium Nasional an Update Filariasis dengan tema “Menuju Eliminasi Filariasis Tahun 2020”, pada Selasa (08/10/2019). Hadir untuk memberikan sambutan Dekan FK Unimus  Prof. Dr. dr. Rifky Muslim, SpB, SpU. Pihaknya menyampaikan bahwa komitmen yang kuat, dedikasi tenaga kerja kesehatan, serta partisipasi aktif dari masyarakat merupakan beberapa komponen kunci yang dapat menurunkan penyakit kaki gajah. “Eliminasi filariasis dapat diwujudkan dengan komitmen yang kuat dari semua unsur-unsur yang ada baik pemerintah maupun masyarakat sendiri, “ ungkapnya.

Bertempat di Aula Gedung FK Unimus, acara yang diikuti oleh ratusan peserta baik dari kalangan mahasiswa, dosen, maupun tenaga kerja kesehatan dari berbagai lembaga kesehatan tersebut menghadirkan 5 (lima) pembicara diantaranya Prof. Dr. dr. Rifky Muslim, SpB, SpU (Dekan FK Unimus) yang memaparkan materi “Etika Sebagai Dokter Dalam Menghadapi Kasus Filariasis dan Infeksi Tropis”, dilanjutkan pembicara kedua Prof. Muhammad Hussein Gasem, Ph.D, Sp. Pd, KPTI, FINASIM (Head, Center for Tropical and Infectious Disease Dr. Kariadi Hospital) dengan materi “Klinis Penatalaksanaan Filariasis”. Materi ketiga tentang “Eisai’s Emphaty Based Challenges for Lymphatic Filariasis Elimination Project” dipaparkan oleh Risa Kamata, B.Pharm (Deputy Executive Director Eisai Co.) dan Azusa Ishizaka J.D., M.B.A (Associate Director Eisai Co.), serta materi terakhir “Epidemiologi Kasus Filariasis & Program Eliminasi Filariasis Tahun 2020” oleh dr. Anggoro Karya Adisarsono (Dinas Kesehatan Kab. Demak).