Shah Alam, Malaysia – Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS) terus memperkuat jaringan globalnya melalui program pertukaran pelajar internasional. Sebanyak 11 mahasiswa, 2 dosen pendamping dari Fakultas Kedokteran (FK) UNIMUS, dan 1 staf International Relationship Officer baru-baru ini berpartisipasi dalam program Global Learning Program (GLP) atau Student Mobility di Management & Science University (MSU), Shah Alam, Malaysia. Kunjungan yang berlangsung selama satu minggu penuh (yang dimulai pada 16 September 2025) ini bertujuan untuk memperluas wawasan akademis, membandingkan sistem pendidikan kedokteran, dan menjalin pertukaran budaya antara kedua institusi.

Selama di Malaysia, delegasi FK UNIMUS menjalani serangkaian kegiatan akademik dan klinis yang intensif. Kegiatan dimulai dengan kunjungan lapangan ke Klinik Kesihatan Taman Ehsan. Dalam kunjungan ini, mahasiswa UNIMUS berinteraksi dengan mahasiswa International Medical School (IMS) MSU yang sedang menjalani praktik Community Medicine (Kedokteran Komunitas), memberikan pengalaman langsung tentang implementasi sistem kesehatan primer di Malaysia. Selain itu, mereka juga mengikuti sesi Conjoint Classes yang diselenggarakan di kampus MSU, termasuk sesi presentasi proposal mengenai Health Promotion, serta sesi praktik langsung di Skill Lab yang terletak di Science Tower MSU.

Aspek formal dari kunjungan ini disoroti dengan adanya acara serah terima dan penyerahan cenderamata antara perwakilan UNIMUS dan MSU, yang turut didokumentasikan dalam sebuah foto. Selain itu, seluruh delegasi dosen dan mahasiswa menerima Sertifikat Penghargaan (Certificates of Appreciation) dari Dekan IMS dan Global Affairs MSU dalam sebuah upacara penutupan. Penyerahan sertifikat ini menandai pengakuan atas partisipasi aktif dan kontribusi delegasi UNIMUS selama program berlangsung di kampus tersebut.

Tidak hanya fokus pada kegiatan akademik, delegasi FK UNIMUS juga aktif dalam Pertukaran Budaya. Pada hari Jumat, 19 September 2025, mahasiswa terlibat dalam kegiatan kebudayaan yang dilaksanakan di Studio, Management Tower MSU. Dalam salah satu foto yang diabadikan, terlihat para mahasiswa UNIMUS mengenakan pakaian adat dari berbagai daerah di Indonesia, berfoto bersama di depan simbol ikonik MSU, menunjukkan semangat kebersamaan dan pengenalan budaya Indonesia di kancah internasional.

Dosen pendamping yang terlihat aktif dalam program ini adalah Bapak Wahyu Gito Putro, SKM., M.Kes Sebagai dosen yang keahliannya meliputi Ekonomi Kesehatan dan Kedokteran Komunitas, dan dr. Arief Tajally Adhiatma, M.H.Kes., Sp.FM sebagai dosen yang memiliki keahlian klinis yang berfokus pada Kedokteran Forensik. kehadiran beliau sangat relevan dalam membimbing mahasiswa saat melakukan kunjungan ke klinik kesehatan komunitas, skill lab yang merupakan kegiatan klinis, dan selama sesi diskusi akademik di kelas.

Kunjungan Student Mobility ini ditutup dengan upacara penutupan dan sesi foto bersama, sebelum delegasi UNIMUS melanjutkan kegiatan di Kuala Lumpur. Selanjutnya, di Kuala Lumpur mahasiswa Fakultas Kedokteran (FK) UNIMUS memanfaatkan program Student Mobility mengimplementasikan ilmu Kedokteran Komunitas di lapangan. Di wilayah Kuala Lumpur, mahasiswa melakukan intervensi sosial yang berfokus pada kesehatan mental di sebuah sanggar belajar kampung baru (pusat komunitas). Melalui pendekatan community medicine, mereka berinteraksi langsung dengan masyarakat setempat, memberikan penyuluhan. Misi ini menegaskan komitmen mahasiswa FK dalam aspek promotif dan preventif kesehatan, melengkapi agenda kunjungan kedokteran komunitas mereka di Klinik Kesihatan Taman Ehsan yang terjadwal di hari sebelumnya.

Sebagai penyeimbang dari kegiatan akademik dan intervensi yang intensif, mahasiswa juga meluangkan waktu untuk menikmati pengalaman rekreasi dan budaya di ibu kota Malaysia. Kegiatan refreshing yang dilakukan di Kuala Lumpur mencakup kunjungan ke Genting Highlands untuk menikmati suasana pegunungan dan wahana hiburan. Selain itu, mereka juga melakukan wisata belanja dan berfoto di ikon kota, seperti Menara Kembar Petronas, sehingga menambah wawasan mereka tentang keragaman sosial, ekonomi, dan pariwisata Malaysia. Kombinasi antara kontribusi sosial dan eksplorasi budaya ini menjadikan Student Mobility sebagai platform pengembangan diri yang holistik dan berharga bagi para mahasiswa.

Program ini berhasil tidak hanya memberikan wawasan keilmuan yang mendalam tentang sistem kesehatan dan pendidikan kedokteran Malaysia, tetapi juga mempererat hubungan antarbudaya dan institusi. Diharapkan, hasil dari Student Mobility ini dapat diimplementasikan dalam pengembangan kurikulum dan kualitas pengajaran di Fakultas Kedokteran UNIMUS di masa mendatang.

Leave a Reply